Makassar – Lemkira Indonesia.com
Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 tengah menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari aturan yang dinilai terlalu banyak menyusahkan orang tua, hingga dugaan adanya titipan dari berbagai oknum yang mengintervensi pihak penyelenggara penerimaan siswa baru.
Alasan utama keluhan adalah sistem yang dianggap sangat tidak rasional, dengan tuduhan bahwa pihak Dinas Pendidikan terkait seolah-olah memainkan peran untuk mengintervensi pihak sekolah SMA di sejumlah daerah, antara lain di Kabupaten Bone .
Sumber dari Kabupaten Bone menilai bahwa proses penerimaan siswa baru di SMA 1 Bone sangat tidak profesional dan menyebabkannya sangat kesal. Menurut sumber tersebut yang juga merupakan ponakan dari salah satu calon siswa, ada calon siswa yang tinggal hanya dengan jarak 500 meter dari sekolah SMA 1 Bone namun kehilangan haknya untuk belajar melalui jalur zonasi.
“Sangat disesalkan, padahal jarak rumah hanya sekitar 500 meter dari sekolah, tapi tidak diterima melalui jalur zonasi. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam sistem yang diterapkan,” ungkap sumber tersebut sambil mengungkapkan kekecewaannya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kepala sekolah maupun pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ,terkait keluhan dan dugaan yang muncul ini. Media ini tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi terkait permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan SPMB tahun 2026.(Tim/ Red)













