Bulukumba – Lemkira.com
Waktu Pelaksanaan: 20 – 22 Agustus 2026 (3 Hari)
Tempat: Aula SMKN 1 Bulukumba
Pembuka Kegiatan: Andi Hamran, S.Pd., M.P. (Kepala Sekolah SMKN 1 Bulukumba)
Peserta: Guru Mata Pelajaran Produktif, serta kolaborasi Guru Mata Pelajaran Normatif, Adaptif, dan Umum
Narasumber:
1. DR. Ahmad, M.Pd. – Widyaiswara BPPMPVP KPTK Gowa
2. Hj. Rosmaya Umar, S.Pd., M.Pd. – Pengawas Pembina SMKN 1 Bulukumba
Tujuan Kegiatan:
Meningkatkan kualitas pembelajaran kejuruan agar relevan dengan kebutuhan dunia industri, dunia kerja, dan dunia usaha. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman guru mengenai konsep, prinsip, dan penerapan model Teaching Factory yang mengintegrasikan pembelajaran sekolah dengan budaya, standar prosedur, dan suasana kerja nyata di industri.
Fokus Utama Kegiatan:
Penyusunan dan pengembangan perangkat ajar yang mendukung pembelajaran berbasis produksi dan layanan. Perangkat disusun mengacu pada capaian pembelajaran, kebutuhan peserta didik, standar kompetensi kerja, serta karakteristik produk/jasa yang dikembangkan.
Jenis Perangkat Ajar yang Disusun:
– Modul Ajar
– Alur Tujuan Pembelajaran
– Lembar Kerja / Jobsheet
– Instrumen Asesmen dan Rubrik Penilaian
– Standar Operasional Prosedur (SOP) Pekerjaan
– Perangkat pendukung pembelajaran lainnya
Pendekatan Pembelajaran:
Model ini menempatkan peserta didik sebagai pelaku utama dalam proses produksi atau pelayanan. Peserta didik tidak hanya belajar teori, tetapi mendapatkan pengalaman nyata mulai dari perencanaan, pelaksanaan produksi/pelayanan, penerapan standar mutu, pemecahan masalah, hingga evaluasi hasil kerja. Pembelajaran dirancang kontekstual, kolaboratif, berbasis proyek dan produk, serta berorientasi pada mutu dan standar kerja.
Hasil dan Harapan:
1. Terbentuknya perangkat ajar yang siap diterapkan dan mampu membangun karakter peserta didik: disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerjasama, kreativitas, pemecahan masalah, dan budaya kerja profesional.
2. Menjadi wadah kolaborasi dan berbagi praktik baik antar guru dalam pengembangan pembelajaran berorientasi industri.
3. Terciptanya ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan tuntutan dunia kerja.
4. Meningkatnya kualitas kompetensi lulusan SMKN 1 Bulukumba yang memiliki keahlian teknis, keterampilan kerja, dan karakter yang sesuai kebutuhan industri.( Red)
#Laporan: Sukma SMKN 1 Bulukumba#



























