BeritaPendidikan

Andi Ichwan Marzuki: Jika Diberi Kesempatan, Insya Allah Saya Siap Sulap SMA 24 Pampang

15
×

Andi Ichwan Marzuki: Jika Diberi Kesempatan, Insya Allah Saya Siap Sulap SMA 24 Pampang

Sebarkan artikel ini

Makassar – Lemkira Indonesia.com

Bagi warga Makassar, bahkan warga daerah yang sering ke Ibu Kota Sulsel, nama Kelurahan Pampang identik dengan hamparan pohon Nipa berhektar-hektar. Air nira dari pohon ini dulu banyak dikonsumsi masyarakat kota. Itu dulu. Kini, perkembangan zaman dan teknologi telah menggeser kondisi tersebut, meski belum seratus persen.

Namun, titel “lautan pohon Nipa” terlanjur melekat, sehingga sebagian warga masih terlanjur memvonis Pampang sebagai kampung yang tidak ramah.

Yang patut diapresiasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan dua tahun lalu, pada tahun ajaran 2025/2026, telah melebarkan sayap dengan menghadirkan SMA Negeri 24 di wilayah yang sangat strategis di tengah kota. Kehadirannya diharapkan menjadi penyangga bagi lulusan SLTP di sekitar Pampang.

Dari sini, ada dua benang merah yang bisa ditarik. Pertama, upaya mengubah citra warga tentang Pampang sebagai domisili SMA 24. Kedua, kemampuan untuk menarik minat lulusan SLTP di sekitarnya agar memilih SMA 24. Padahal, setiap tahun ada sekitar 24 ribu lulusan SLTP, dan data terakhir Juli ini masih ada seribu siswa yang belum menentukan sekolah lanjutan.

Kepala SMA Negeri 24, Andi Muhammad Ichwan Marzuki, yang ditemui di ruang kerjanya, dengan lantang menjawab, “Insya Allah niat baik akan berbalas buah manis. Kita selaku abdi negara harus selalu siap menyumbangkan pikiran dan tenaga demi kemaslahatan orang banyak,” tuturnya.

Peraih gelar S2 UNM tahun 2016 ini mengaku telah memulai berbagai upaya efektif untuk mengubur kesan “angker” Pampang. Putra Bulukumba yang kurang lebih 20 tahun mengabdi di SMA favorit, SMA Negeri 2 Makassar ini, terus melakukan pendekatan kekeluargaan, baik kepada orang tua siswa maupun penduduk sekitar sekolah.

“Pada setiap tatap muka saya sampaikan untuk bersama-sama menjaga sekolah, khususnya dari segi keamanan. Saya ajak kolaborasi warga sekitar, bahkan kalau kerja bakti mereka pun saya undang dan Alhamdulillah, hadir membantu,” jelas suami dari seorang abdi negara yang bertugas di SMP Negeri 24 Makassar ini.

Lantas, bagaimana gaya kepemimpinan ideal agar masyarakat bisa “jatuh cinta” pada SMA 24?

Kepsek berlatar belakang Seni Rupa yang mengantongi sertifikat calon kepala sekolah sejak 2019 ini merinci langkah yang telah dirancang bersama para guru: penerapan kedisiplinan secara ketat, tidak bosan memberikan wejangan bermuatan etika dan kesopanan, serta konsisten memberi edukasi dan motivasi untuk menjadi manusia bernilai dan meraih masa depan gemilang.

“Ketiga variabel ini merupakan kunci untuk siswa, sedang tenaga pengajar harus ditanamkan agar output SMA Negeri 24 keluar dengan kualitas,” tandasnya.

Di akhir perbincangan, Andi Irwan yang dikenal sebagai guru yang tegas namun tetap bersikap kebapakan, memohon doa agar dirinya mampu berbuat dan meraih segala cita-citanya mengantar SMA 24 mengejar ketertinggalan dari sekolah yang lebih dulu berkiprah.(Red)

(Penulis: Ahmadi Haruna)

Editor: Rizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *