BANNER MEDIA KOMINFO 2026
BeritaPendidikan

SMAN 10 Maros Menjadi Lokasi KEMAL

90
×

SMAN 10 Maros Menjadi Lokasi KEMAL

Sebarkan artikel ini

MAROS – LEMKIRA.COM

Mahasiswa FKIP UMMA
Maros, 6 Oktober 2026 — UPT SMAN 10 Maros menjadi lokasi pelaksanaan program KEMAL (Kemahiran Mengajar Aplikasi Lapangan) bagi lima mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Maros (UMMA). Program tersebut merupakan bagian dari asistensi mengajar untuk memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa sebagai calon guru melalui keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran di sekolah.

Lima mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros melaksanakan KEMAL di UPT SMAN 10 Maros selama kurang lebih dua bulan. Kegiatan yang dimulai dengan pertemuan dan penyamaan persepsi antara pihak sekolah, guru pamong, mahasiswa, dan dosen pembimbing itu diarahkan untuk membangun kolaborasi dalam praktik pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Fisika.

Kegiatan penerimaan dan penyamaan persepsi peserta KEMAL berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, di UPT SMAN 10 Maros. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala UPT SMAN 10 Maros, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Fisika yang ditunjuk sebagai guru pamong, lima mahasiswa peserta KEMAL, serta dosen pembimbing dari FKIP UMMA.

Kepala UPT SMAN 10 Maros, Dr. Hj. Rosdiana, S.Pd., M.Si., mengatakan, pertemuan tersebut penting dilakukan sebagai langkah awal untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan kegiatan sebelum mahasiswa menjalankan aktivitas KEMAL selama dua bulan.

“Bapak dan Ibu guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Fisika, kami undang untuk bertemu langsung dengan peserta KEMAL dalam rangka menyamakan persepsi sebelum melaksanakan aktivitas mahasiswa KEMAL selama dua bulan ke depan,” ujar Rosdiana.

Dalam program tersebut, lima mahasiswa FKIP UMMA akan melaksanakan praktik mengajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Fisika. Setiap mahasiswa akan didampingi seorang guru pamong sesuai dengan bidang mata pelajaran yang diampunya.

Pola pendampingan tersebut diterapkan agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman mengajar secara lebih terarah dan fokus. Mahasiswa juga akan ditempatkan pada satu kelas dengan pendampingan guru pamong selama proses pembelajaran.

Rosdiana menegaskan bahwa ”program KEMAL tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas guru dalam proses pembelajaran. Guru pamong tetap memiliki tanggung jawab utama dalam pembelajaran, sedangkan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan kompetensi mengajar melalui proses kolaboratif”.

“Ilmu semakin hari semakin berkembang. Kita harus terus menempa semua kemampuan teoritis kita agar terjalin feedback yang positif. Saling menghormati dan saling menghargai di lingkungan sekolah supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga berharap mahasiswa tidak hanya datang ke sekolah untuk menyampaikan materi pembelajaran, tetapi mampu menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar untuk mengembangkan kompetensi dan memahami kondisi nyata dunia pendidikan.

“Kami memiliki harapan bahwa peserta KEMAL bukan sekadar menyampaikan materi saja, tetapi betul-betul mau belajar dengan menggaungkan kolaborasi sehingga terbangun komunikasi yang baik antara guru pamong dengan mahasiswa dengan tujuan untuk belajar bersama,” lanjut Rosdiana.

Selain praktik pembelajaran secara langsung, pihak sekolah membuka peluang terjadinya kolaborasi dalam bidang digital dan inovasi pembelajaran. Pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat dibagikan dan diadaptasi dalam praktik pembelajaran di sekolah.

Salah satu bentuk inovasi yang disinggung dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan teknologi pembelajaran, seperti laboratorium virtual. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memberikan alternatif inovasi bagi proses pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Dr. Syamsuriana Basri,S.Pd.,M.Pd. selaku dosen pembimbing FKIP UMMA menyampaikan apresiasi kepada pihak UPT SMAN 10 Maros yang telah menerima mahasiswa peserta KEMAL. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang selama ini diperoleh secara teoritis di perguruan tinggi.

Dr. Syamsuriana, berharap mahasiswa memperoleh bimbingan dan pendampingan selama menjalankan program sehingga mereka dapat memahami kondisi nyata lingkungan sekolah.

“Kami berharap adik-adik ,,selama berada di SMAN 10 Maros diberikan bimbingan agar mereka menyaksikan, merasakan, tumbuh, dan berkembang untuk menjadi guru, karena mereka ini masih calon guru,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman praktik di sekolah merupakan bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesi sebagai guru. Mahasiswa tidak hanya perlu memahami teknik mengajar di dalam kelas, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan iklim pembelajaran di sekolah.

“Dampak yang nyata dan baik sangat diharapkan untuk kemajuan pendidikan. Bukan hanya mengajar di kelas saja, tetapi perlu juga diperhatikan iklim lingkungan belajar,” ujarnya.

Pelaksanaan KEMAL di UPT SMAN 10 Maros diharapkan tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan sekolah. Melalui pendampingan, kolaborasi, serta pertukaran pengetahuan dan inovasi pembelajaran, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk calon guru yang lebih siap menghadapi kondisi nyata dunia pendidikan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.(Redaksi)

Penulis : Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *