Luwu – Walmas.Lemkira.Com
Kamis,17 September 2026
Saat sebagian orang masih terlelap, saya sudah meninggalkan rumah.
Dari Belopa menuju Walmas, kurang dari 90 kilometer. Jarak yang tidak dekat.
Di sepanjang jalan ini, saya melewati 11 SPBU. 11 titik pengingat bahwa perjalanan ini panjang.
Banyak yang bertanya, kenapa harus sejauh ini?
Jawabannya sederhana: karena di ujung jalan ini, ada anak-anak yang menunggu untuk belajar.
Lelah itu pasti. Tapi lelahnya seorang guru akan hilang, saat melihat muridnya berhasil memahami satu pelajaran.
Ini bukan tentang jarak. Ini tentang keikhlasan. Ini tentang janji untuk tetap mengabdi, sejauh apapun sekolah itu berada.imbuhnya Kepala sekolah SMA 2 Walmas.H.Irawan.S.Pd,.MM. dalam rilisnya Kamis 17/9/2026.
Untuk semua pejuang pendidikan di luar sana yang menempuh jalan yang sama, tetap semangat. Perjalanan kita hari ini adalah masa depan mereka esok hari.khususnya Warga Walmas.
Saya melihatnya sebagai jalan pengabdian.
Karena guru bukan hanya mengajar di kelas, tapi juga belajar tentang arti keikhlasan di jalan.
Jejak Pemantauan dari Belopa ke Walmas
Pukul 05.15 pagi, saat kabut tipis masih menyelimuti jalanan dan sinar matahari baru mulai mengintip dari ufuk timur, langkah kami berangkat meninggalkan rumah. Tujuan kami jelas: melintas dari Belopa menuju Walmas, perjalanan yang tak hanya sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah tugas pemantauan dalam kapasitas sebagai tugas Tambahan sebagai Kepala sekolah di SMA 2 Walenrang Kabupaten Luwu,yang kami jalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sepanjang perjalanan sejauh kurang dari 90 kilometer ini, kami melewati dan memantau 11 SPBU yang tersebar di sepanjang rute.
Setiap titik yang kami singgahi atau lewati adalah bagian dari kewajiban kami—memastikan segala sesuatu berjalan sesuai ketentuan, tertib, dan melayani masyarakat Walmas di tingkat SMA di Kabupaten Luwu dengan baik.
Tidak ada perjalanan yang sia-sia, setiap kilometer yang ditempuh adalah wujud nyata dedikasi kami dalam menjaga kelancaran dan keteraturan pelayanan publik.
Perjalanan ini mengajarkan satu hal: kerja nyata tidak menunggu waktu yang sempurna, melainkan dimulai dari keberanian berangkat lebih awal dan ketekunan menyelesaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawab. Dari Belopa hingga Walmas, lewat 11 titik pemantauan, kami buktikan bahwa tugas kecil yang dijalankan dengan sungguh-sungguh akan menjadi sumbangan besar bagi keteraturan bersama.
Semoga perjalanan sederhana ini bisa menjadi inspirasi: bahwa disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi adalah kunci dalam setiap hal yang kita kerjakan, sekecil apa pun tugasnya. Karena di setiap langkah yang kita ambil dengan niat baik, ada manfaat yang akan sampai kepada banyak orang.(*)













