Palopo – Lemkira Indonesia.com
Informan: Adam Syah, S.Hut., M.Si. (Kasubag Cabang Dinas Wilayah XI Palopo)
Pewawancara: Andi Wahyuni (Mahasiswa Semester IX, Jurusan Administrasi Pendidikan, UNM)
Waktu & Tempat: Kamis, 13 Agustus 2026, Kantor Cabang Dinas Wilayah XI Palopo, Luwu
1. Dasar dan Tujuan Kebijakan
Implementasi kegiatan ini berlandaskan pada Kebijakan Pendidikan Nasional dan amanat Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Melalui konferensi dan identifikasi kebutuhan, sekolah-sekolah merancang model pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pendekatan ini dianggap lebih efektif karena berfokus langsung pada mata pelajaran dan kebutuhan nyata di lapangan.
Seiring perkembangan zaman, kebijakan ini juga diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, agar pembelajaran tidak hanya mendalam, tetapi juga relevan dengan kemajuan zaman.
2. Strategi Pelaksanaan Tahun 2026
Pada tahun 2026, kegiatan difokuskan pada penguatan kompetensi guru melalui pengelompokan berbasis mata pelajaran, yang disatukan dalam wadah Komunitas Belajar (Kombel) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Langkah ini merupakan hasil koordinasi dan kesepakatan dengan Balai Besar Pendidikan terkait arah kebijakan pendidikan saat ini.
Kegiatan ini menyasar jenjang SMA dan SMK, dengan fokus mata pelajaran antara lain:
– Bahasa Indonesia
– Bahasa Inggris
– Ekonomi
Kegiatan berlangsung mulai Juli hingga 31 Desember 2026, dilaksanakan dalam 7 siklus kegiatan. Harapannya, melalui kolaborasi dan berbagi pengalaman antar guru, akan lahir modul-modul pembelajaran berkualitas yang dihasilkan dari setiap tahapan siklus tersebut.
3. Posisi dan Peran Cabang Dinas Wilayah XI
Cabang Dinas Wilayah XI berperan sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Tugas utamanya adalah:
– Mendukung penuh dan mengimplementasikan seluruh program pemerintah pusat maupun provinsi.
– Menjalankan setiap kebijakan pendidikan di wilayah kerja.
– Melaporkan hasil pelaksanaan seluruh program yang telah dijalankan.
4. Kondisi Sarana Prasarana dan Kendala
– Digitalisasi & Efisiensi: Sistem pelayanan dan manajemen informasi di Cabang Dinas sudah berbasis aplikasi dan digital. Hal ini mendukung efisiensi kerja, sehingga pelayanan dapat dilakukan dari mana saja meskipun ada keterbatasan fasilitas.
– Kendala Wilayah: Satu-satunya kendala yang dihadapi adalah akses transportasi ke daerah-daerah terpencil (contoh: daerah Basten), yang memerlukan persiapan kendaraan khusus untuk menjangkaunya.
– Implementasi Kebijakan: Terkait sosialisasi dan penerapan program Pembelajaran Mendalam, tidak terdapat hambatan atau kendala berarti. Program ini diterima dan berjalan lancar di kalangan pendidik.( RR,)



























