BeritaPendidikan

KEGIATAN KOKURIKULER SMKN 3 SOPPENG: BUAT TEMPAT HIDROPONIK DAN BIOPORI SEBAGAI WUJUD PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

28
×

KEGIATAN KOKURIKULER SMKN 3 SOPPENG: BUAT TEMPAT HIDROPONIK DAN BIOPORI SEBAGAI WUJUD PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

Sebarkan artikel ini

Soppeng, Lemkira LemkiraIndonesia.com

21 Juli 2026

SMK Negeri 3 Soppeng melaksanakan kegiatan kokurikuler yang melibatkan seluruh peserta didik Kelas X, XI, dan XII melalui pembuatan tempat hidroponik dan biopori di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar secara langsung.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara kolaboratif dengan melibatkan guru mata pelajaran produktif, mata pelajaran umum, serta pendamping kegiatan. Para siswa bekerja sama mulai dari tahap perencanaan, pengukuran, perakitan pipa hidroponik, pembuatan lubang biopori, hingga penataan lokasi yang akan dijadikan sebagai area pembelajaran dan penghijauan sekolah.

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

– Menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap kelestarian lingkungan sekolah.

Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi melalui pembelajaran berbasis proyek.

Memberikan pengalaman nyata dalam penerapan teknologi sederhana berupa sistem hidroponik sebagai alternatif budidaya tanaman.

Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang fungsi biopori sebagai upaya konservasi air, pengurangan genangan, dan pengelolaan sampah organik.

Mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui program School Mini Forest.
– Memperkuat sinergi antarkelas serta menanamkan budaya gotong royong dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mengasah keterampilan praktik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh siswa kelas X, XI, dan XII menjadi bukti bahwa pembelajaran akan semakin bermakna ketika dilakukan secara kolaboratif dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di lingkungan sekitar.

Kepala SMKN 3 Soppeng berharap kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan sehingga area hidroponik dan biopori dapat terus dikembangkan sebagai laboratorium pembelajaran lingkungan hidup. “Dengan demikian, sekolah mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan, kreatif, mandiri, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” ujarnya.( Red)

#Narahubung: Munirah Haddade SMKN 3 Soppeng#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *