Luwu – Lemkira.Com
27 Oktober 2026
Setelah penghapusan Ujian Nasional, dunia pendidikan Indonesia sempat kehilangan tolok ukur nasional yang objektif. Rapor sering kali tidak mencerminkan kemampuan asli siswa karena standar penilaian tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, kehadiran Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai tolok ukur sekolah adalah langkah yang tepat dan perlu didukung.
TKA Mengembalikan Standar Penilaian yang Adil dan Transparan
Selama beberapa tahun terakhir, jalur prestasi menggunakan nilai rapor. Masalahnya, nilai rapor sangat subjektif. Sekolah A memberi nilai 90 dengan mudah, sedangkan Sekolah B sangat ketat. TKA hadir untuk mengatasi ketimpangan ini.
Seperti yang ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), untuk SPMB 2026 nilai rapor akan diganti dengan nilai TKA sebagai penentu jalur prestasi. Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan, “SPMB itu nanti tidak pakai rapor lagi, pakainya Tes Kemampuan Akademik”.
Dengan sistem yang sama untuk seluruh Indonesia, TKA menjadi satu-satunya asesmen nasional yang objektif sejak penghapusan Ujian Nasional yang menyajikan tolok ukur capaian belajar yang transparan dan adil. Sekolah tidak bisa lagi hanya mengandalkan nilai internal, tetapi harus membuktikan kualitas pengajarannya secara nasional.
TKA Bukan Alat Menghukum Siswa, Melainkan Cermin untuk Sekolah
Banyak yang salah paham dan mengira TKA adalah Ujian Nasional versi baru. Padahal tidak. Pemerintah menegaskan TKA terintegrasi dengan Asesmen Nasional untuk memetakan capaian akademik tanpa menjadi penentu kelulusan.
Berbeda dengan UN yang dulu menjadi tolok ukur kelulusan, TKA difokuskan sebagai alat pemetaan potensi dan minat akademik siswa.
Artinya, yang diukur bukan nasib siswa, tapi kualitas sekolah. Jika banyak siswa di satu sekolah nilainya rendah di mata pelajaran tertentu, itu menjadi sinyal bagi kepala sekolah dan guru untuk mengevaluasi metode mengajar, kurikulum, dan fasilitas. Beberapa sekolah seperti SMKN 3 Luwu di Karetan, diterima langsung oleh Plt Sry Suryani untuk melihat langsung proses TKA dari ruang ke ke ruangan.hari kedua Selasa 27/10/2026 selanjutnya menuju ke SMK swasta Kristen Seriti yang diterima langsung oleh Kepala sekolah Marthen atau sapaan akrabnya Marlut , SMAN 11 Luwu, SMK swasta Tehnologi dan SMA 2 Luwu,pelaksanaan TKA di Pantau langsung oleh Kasi SMK dan PKPLK ACHMAD KARIM.SE bahkan sudah melaksanakan Try Out TKA sebagai tolak ukur menuju suksesnya TKA. Ini menunjukkan sekolah yang progresif menjadikan TKA sebagai alat introspeksi, bukan beban.
TKA Mempersiapkan Siswa untuk Dunia yang Lebih Kompetitif.kata Achmad Karim.
Bagi siswa SMA/SMK, ini adalah latihan mental yang penting. Di perguruan tinggi dan dunia kerja, kita akan selalu dihadapkan pada tes standar seperti TKA, UTBK, atau tes rekrutmen. Sekolah yang membiasakan siswanya dengan TKA berarti sekolah yang benar-benar mempersiapkan siswanya untuk bersaing, bukan hanya sekadar meluluskan.
Pemerintah juga menegaskan TKA SD dan SMP tidak wajib dan tidak boleh menjadi syarat kelulusan. Sifatnya yang tidak memaksa ini justru membuat TKA lebih sehat. Siswa yang mengikuti TKA melakukannya karena kesadaran untuk mengukur diri dan untuk masuk sekolah favorit lewat jalur prestasi, bukan karena takut tidak lulus.
Oleh karena itu, TKA layak disebut sebagai tolok ukur sekolah yang ideal di era saat ini. Ia mengembalikan objektivitas yang hilang setelah UN dihapus, berfungsi sebagai cermin jujur bagi kualitas pengajaran sekolah, dan mempersiapkan siswa untuk kompetisi yang lebih tinggi. Sekolah yang baik bukanlah sekolah yang semua siswanya dapat nilai rapor 90, melainkan sekolah yang siswanya mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan akademik yang terukur secara nasional melalui TKA.
Dari pantauan TKA kata Kasi SMK Achmad Karim dalam celah perbincangan hangat bahwa Sekolah SMK Kristen Seriti yang ada di kabupaten Luwu ini sekolah ini dinilai cukup signifikan jumlah siswanya pasalnya jumlah siswa mencapai sekitar 300 an yang didukung dengan fasilitas lengkap seperti alat Berat Eksavator.
Sementara Kasubag Cabang Dinas Wil XI Adam Syah,Sado.S.hut .M.Si dengan giat nya yang didukung dengan semangat tinggi melakukan pemantauan di dua Sekolah SMA antara lain, SMA 10 Luwu,dan SMA 15 Luwu, ungkapnya.( Tim/Red)











