BANNER MEDIA KOMINFO 2026
BeritaPendidikan

Hari Kesaktian Pancasila, digelar khidmat. Warga Sekolah Diajak Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari.

74
×

Hari Kesaktian Pancasila, digelar khidmat. Warga Sekolah Diajak Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari.

Sebarkan artikel ini

MAROS – LEMKIRA.COM

SMAN 10 MAROS laksanakan upacara dalam rangka Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober, menjadi momentum untuk memperteguh komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis 1 Oktober 2026, Dusun Garantiga, Simbang, Kab. Maros.

Kepala UPT SMAN 10 Maros yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengawali amanatnya dengan mengapresiasi para Guru, Murid yang menjadi pelaksana upacara, serta seluruh Murid yang menjadi peserta upacara.

Ia pun melanjutkan amanat yang dikemas dalam upacara tersebut, seluruh warga sekolah diajak untuk tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya melalui perkataan, perbuatan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Hj. Rosdiana, S.Pd.,M.Si dalam amanatnya, menyampaikan bahwa pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi tentang Pancasila, tetapi juga membimbing peserta didik agar mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Pendidikan Pancasila bukan hanya menyampaikan secara teoritis, tetapi diwujudkan dalam perbuatan, perkataan, dan tindakan nyata sebagai pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk saling mengingatkan agar seluruh warga sekolah tidak mudah terprovokasi oleh berbagai tekanan dan tantangan yang dapat mengganggu persatuan serta merusak citra bangsa Indonesia.

Peserta didik sebagai generasi penerus bangsa juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka diharapkan mampu memilah dan memilih informasi yang positif serta tidak mudah menerima ataupun menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan perpecahan.

Generasi muda diharapkan dapat menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai Pancasila perlu dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam amanat tersebut, kepala UPT SMAN 10 MAROS bergelar Doktor tersebut paparkan lima sila Pancasila sebagai nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Nilai “Ketuhanan Yang Maha Esa” diwujudkan melalui sikap toleransi antarumat beragama serta saling menghormati perbedaan. Meskipun memiliki perbedaan keyakinan, seluruh masyarakat tetap menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Nilai “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” diwujudkan dengan menyadari bahwa setiap manusia memiliki kedudukan dan martabat yang sama. Sikap saling menghormati, membantu, dan tidak membeda-bedakan menjadi bagian penting dalam penerapan nilai kemanusiaan.

Selanjutnya, nilai “Persatuan Indonesia” diwujudkan dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau isu yang dapat memecah belah masyarakat.

Nilai “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” dapat diterapkan melalui kebiasaan bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Komunikasi yang baik serta sikap menghargai pendapat orang lain juga menjadi bagian dari penerapan nilai tersebut.

Sementara itu, nilai “keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” diwujudkan melalui sikap adil, saling menghargai, saling membantu, dan tidak membeda-bedakan sesama.

Rosdiana mengharapakan bahwa, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda serta meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Tutup Rosdiana.(Redaksi)

Penulis : Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *