BeritaPeristiwaTNI

Aksi Heroik Anak 13 Tahun Saat Kebakaran Asrama TNI AD Mattoanging, Danpomdam Hasanuddin Beri Apresiasi

15
×

Aksi Heroik Anak 13 Tahun Saat Kebakaran Asrama TNI AD Mattoanging, Danpomdam Hasanuddin Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini

Makassar – Lemkira.Com

Asrama TNI AD Mattoanging, Danpomdam Hasanuddin Beri Apresiasi pada tanggal 1 September 2026 telah terjadi Kebakaran besar yang melanda Asrama TNI AD Mattoanging, Kota Makassar, menjadi duka yang mendalam bagi puluhan warga.

Api yang berkobar tak lama hanguskan 19 rumah warga, menyisakan puing-puing dan kerugian materi yang tak sedikit. Namun, di balik kepungan api dan kepanikan. saat itu muncul sebuah kisah haru yang menyita perhatian publik: seorang anak kecil berusia 13 tahun rela turun ke got untuk membantu TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

Anak tersebut diketahui bernama Rehan, Saat api masih berkobar dan petugas berjuang mengendalikan kobaran, Rehan tanpa ragu turun ke got yang berair dan berbau untuk mengambil air dengan menggunakan ember.

Air yang diambil oleh Rehan kemudian diambil bergantian oleh personel TNI dan Polri untuk disiramkan ke titik api yang masih menyala sedangkan Rehan tetap di dalam got menenggu personel TNI dan Polri yang ingin mengambil air tersebut

Aksi Rahmat yang tak memikirkan risiko dan kelelahan itu menjadi sorotan. Di tengah kekacauan, anak itu justru menjadi “penyuplai air” bagi para petugas yang sedang berjuang menyelamatkan sisa bangunan dan aset warga.

Kini, kebaikan dan keberanian Rahmat mendapat balasan. Pihak Pomdam (Komando Distrik Militer) Hasanuddin Makassar mengundang Rahmat untuk berkunjung dan Makan Bersama ke kantornya di Jl. Monginsidi No.19A, Maricaya Baru, Kec. Makassar, Kota Makassar. Jum’at Siang 4 September 2026.

Di sana, Rahmat menerima apresiasi langsung dari Kolonel CPM M.Rokib Jabar, S.H Danpomdam Hasanuddin atas keberanian dan kepeduliannya yang luar biasa saat kejadian kebakaran.

“Aksi Rahmat menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian tidak mengenal usia. Di tengah musibah, aksi anak 13 tahun ini mengingatkan kita bahwa gotong royong dan kepedulian sesama adalah kekuatan yang tak ternilai, Layak kita apresiasi”. Beber.

Diketahui Rahmat kini tinggal bersama keluarganya di Jl. Kakatua, semenjak kedua orangtuanya berpisah, Redaksi Media ini berharap kepada pemerintah Kota Makassar dapat membantu Rahmat agar bisa melanjutkan sekolah karna saat ini Rahmat putus sekolah.(Red)

#Narahubung: Dansat Litbang #

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *