BeritaPeristiwa

” Jangan Jadikan Pelayanan Kesehatan Sarana Karier”-Pemerhati Routa Kecamatan Dokter yang Diduga Cari Rekomendasi PPDS, Minta Copot Kepala Dinkes

14
×

” Jangan Jadikan Pelayanan Kesehatan Sarana Karier”-Pemerhati Routa Kecamatan Dokter yang Diduga Cari Rekomendasi PPDS, Minta Copot Kepala Dinkes

Sebarkan artikel ini

Konawe- Lemkira Indonesia.com

26 Juni 2026

Pemerhati Kesehatan Routa yang dipimpin oleh aktivis vokal Anadalo Polihe menyatakan geram dan mengecam keras Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Kemarahan ini muncul setelah adanya tenaga dokter yang dinilai mendadak hadir di Puskesmas Routa, yang diduga hanya untuk memperoleh surat rekomendasi guna melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), padahal sebelumnya Puskesmas tersebut dalam waktu lama mengalami kekosongan dokter.

Anadalo Polihe menegaskan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat tidak boleh dijadikan sarana untuk kepentingan karier pribadi. “Apabila seorang dokter membutuhkan rekomendasi pendidikan, hal tersebut harus dibuktikan melalui pengabdian yang nyata kepada masyarakat, bukan sekadar hadir untuk memenuhi persyaratan administrasi,” katanya.

Ia juga mengajukan tuntutan tegas kepada Bupati Konawe: “Kami meminta dengan tegas kepada Bupati Konawe untuk segera mengevaluasi dan mengambil tindakan terhadap Kepala Dinas Kesehatan. Jika memang terbukti ada dokter yang hanya memanfaatkan penempatan di Routa untuk memperoleh rekomendasi, rekomendasi tersebut harus dicabut. Jika Pemerintah Daerah tidak mampu mengelola Puskesmas Routa secara profesional, maka ini menjadi persoalan serius yang harus segera diselesaikan. Ini menyangkut kemanusiaan.”

Anadalo juga menyoroti ketimpangan pembangunan di Kecamatan Routa, yang sebagai salah satu penyumbang pendapatan daerah dari sektor pertambangan namun masih menghadapi keterbatasan layanan kesehatan dasar. Selain itu, Pemerhati Kesehatan Routa meminta pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan perawat dan bidan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.

“Pelayanan kesehatan di wilayah terpencil seperti Routa adalah pilar kemanusiaan yang tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan pragmatis maupun transaksional. Selama terjadi kekosongan dokter, para perawat dan tenaga kesehatan lainnya telah menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas,” tambahnya.

TANGGAPAN PLT. KEPALA DINAS KESEHATAN KONAWE

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yones, membantah bahwa pemerintah daerah tinggal diam terhadap persoalan kekurangan dokter di Routa. Ia menjelaskan bahwa sejak Mei 2026 telah ada satu dokter yang mulai bertugas di Puskesmas Routa, namun kendala utama adalah minimnya insentif sebesar Rp5 juta yang dinilai belum cukup menarik minat dokter untuk bertugas di wilayah terpencil.

Yones juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) agar dapat membantu menempatkan tenaga dokter di Routa, meskipun hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi. Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait penempatan dokter melalui program Nusantara Sehat maupun skema penugasan lainnya, yang diperkirakan baru dapat direalisasikan pada tahun 2027. Bahkan, terdapat program beasiswa Kementerian Kesehatan bagi calon dokter yang nantinya akan ditempatkan di Routa setelah menyelesaikan pendidikan.

Terkait desakan agar dirinya dicopot dari jabatan, Yones menyatakan siap menerima segala keputusan pimpinan: “Kalau persoalan jabatan, setiap saat saya siap dicopot. Jabatan itu amanah dan tidak kekal. Kami hanya berusaha bekerja secara profesional. Saya juga manusia biasa yang tidak luput dari kekeliruan dan keterbatasan.”

Ia menambahkan bahwa sejak ditunjuk sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dirinya terus berupaya mencari dokter yang bersedia bertugas di Routa, termasuk meminta bantuan tenaga medis dari PT SCM sebagai solusi sementara.(Red)

Narahubung: FADLI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *